Minggu , April 22 2018
Home / Teknisi Warnet / Electrical / Batas Pembelian Pulsa Token Bagi Pelanggan Listrik Prabayar
Pengisian Listrik Prabayar/Token

Batas Pembelian Pulsa Token Bagi Pelanggan Listrik Prabayar

Mungkin diantara Anda tidak banyak yang tahu bahwa PT. PLN (Persero) telah melakukan pembatasan pembelian pulsa listrik (token) untuk pengisian setiap bulannya. Hal ini dilakukan untuk menghindari pelanggan listrik pra bayar menimbun pulsa listrik karena tarif listrik masih bersifat fluktuatif (naik/turun).

Lalu, berapa banyak PLN membatasi pembelian pulsa per golongannya? Jawabannya: 720 jam/bulan. Ya, PLN membatasi pembelian maksimal pulsa listrik tiap golongan sebanyak 720 jam untuk setiap bulannya.

    • Darimana sih angka 720 jam?
      720 berasal dari perhitungan 24 jam (dalam sehari) x 30 hari (dalam sebulan). 24 x 30 = 720.
  • Kenapa dipilih angka 24 jam?
    Sebab, 1 hari hanya ada waktu 24 jam. Artinya, setiap pengguna listrik secara normal hanya memiliki waktu menyalakan listriknya selama 24 jam. Tidak mungkin 1 hari itu lebih dari 24 jam bukan?
Rumus:
720 jam x Golongan Daya (dalam Kilowatt) x Harga Kwh = Harga Maksimal Pembelian Setiap Bulannya

Contoh Perhitungan:

Misal, Anda menggunakan golongan daya 1.300Va dengan harga per-Kwh adalah Rp. 800. Maka:

  1. Hitung Batas Kwh/Bulan
    > (Golongan Daya/1000 watt) x 720
    > (1.300Va/1000 watt) x 720
    > 1.3 Kwh x 720 = 936 Kwh
    Jadi setiap bulan, bagi pelanggan golongan daya 1.300Va maksimal jumlah Kwh yang diijinkan adalah 936 Kwh.
  2. Konversi Kwh ke Rupiah
    > Batas Kwh x Rp. 800
    > 936 x Rp. 800 = Rp. 748.800
    Jadi setiap bulan, bagi pelanggan golongan daya 1.300 Va maksimal pembelian token listrik yang diijinkan adalah Rp. 748.800
Contoh perhitungan untuk golongan lainnya:

  • Untuk pelanggan Rumah Tangga (R1) daya 2.200 Volt Ampere
    720 jam x 2.200 (2.200 : 1.000) = 1.584 Kwh x Rp 843/Kwh = Rp 1.335.312 per bulan.
  • Untuk Pelanggan Rumah Tangga (R2) 4.400 VA
    720 jam x 4.400 (4.400 : 1.000) = 3.168 Kwh x Rp 948/Kwh = Rp 3.003.264 per bulan.
  • Untuk Pelanggan rumah tangga (R2) 5.500 VA
    720 jam x 5.500 (5.500 : 1.000) = 3.960 Kwh x Rp 948/Kwh = Rp 3.754.080 per bulan
Mengacu pada perhitungan di atas, jika Anda sudah melakukan pembelian token sesuai batas minimal yang ditentukan, namun pada tanggal 25 ternyata meteran sudah berbunyi dan kehabisan listrik, maka konsekuensinya rumah Anda akan menjadi gelap-gulita dan harus menunggu hingga tanggal 1 bulan berikutnya untuk bisa melakukan pengisian listrik kembali.

Demikian informasi Batas Pembelian Pulsa Token Bagi Pelanggan Listrik Prabayar, semoga bermanfaat dan bisa disikapi dengan cerdas dan bijaksana dalam menggunakan listrik agar tidak terjadi kerugian yang tidak diinginkan.

About RAYANET

Follow me, Like, Subscribe and Share.

Check Also

Promo Diskon 50% Tambah Daya Listrik PLN - Gemerlap Lebaran 2017

[TUTORIAL] Promo Diskon 50% Tambah Daya Listrik PLN – Gemerlap Lebaran 2017

Dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1438 H, PLN memberikan kado spesial bagi para pelanggannya …

12 comments

  1. Knpa tidaj bisa menukarkan yoken pulsa…slalu ada bacaan syarat dan ketentuan

  2. Terima kasih informasinya kak

  3. Gan, misalnya kita beli token listrik, tapi tidak gunakan dalam jangka sekitar 3 minggu, apakah tokennya masih aktif atau masih bisa kita gunakan?

  4. Klw beli token ke banyakan
    Apa kah ada batas masa aktif nya?

  5. berarti klo sdh lebih dr pemakain meski waktu untuk ke bulan brikutnya kurang satu minggu jdi gelap gelapan ya?

    • kalau penggunaan wajar, pasti tidak akan terjadi hal tersebut. Karena konsumsi token sudah dihitung dengan cermat untuk kebutuhan 24 jam nonstop. Terkecuali Anda mengutak-atik meteran, semisal daya meteran 450 lantas Anda menggunakan beban 1300 maka bisa dipastikan kurang dari 1 bulan sudah overload. Dan ya, resikonya gelap-gelapan menunggu tanggal 1 bulan berikutnya.

  6. Gan maaf saya kan ngisi token. Nah ternyata ibu saya juga sama membeli token dengan nominal yg sama. Ternyata kita mendapatkan no seri yang sama juga. Pdahal dari agen yg berbeda. Itu gimana yaa
    Masih bisa digunakan ga? Pas d masukin ke meteran tulisan “terpakai”
    Sayang soalnya kalo gak kepake.

    • Kalau beli dari agen yang berbeda, seharusnya dapat nomer token yang berbeda pula. Dan betul, ketika 1 nomer token sudah digunakan maka otomatis tidak akan bisa digunakan untuk pengisian ulang yang sama kembali. Solusi dari saya, komplainlah kepada agen terakhir tempat Anda membeli token itu. Tebakan saya, kedua agen tersebut menggunakan server PPOB yang sama sehingga agen kedua muncul notifikasi “Telah Membeli Token dengan Nominal Yang Sama”, maka alih-alih membicarakannya dengan pelanggan, si agen kedua justru hanya copy-paste nomer token yang pertama.

  7. Mau tanya, tiap sekring listrik itu msg2 punya batasan maksimal kwh yg bisa di isi ya? Nah cara tau ya gmn ya? Terus, jika kita isi melebihi dari kwh maksimal, dan tdk ada perubahan nilai dari kwh sebelumnya, apakah kode token yg terdahulu itu (sebelum mengetahui nilai maksimal kwh) bisa kita gunakan kembali? Walaupun sy sudah coba status “terpakai”

    • Cara tau batas maksimal meteran yang dipakai silahkan hitung dengan perhitungan diatas. Kalau KWH sudah mencapai batas tidak akan bisa diisi lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *