Selasa , Desember 12 2017
Home / Teknisi Warnet / Hardware / 10 Sebab Komputer Suka Restart Sendiri Dan Cara Mengatasinya
Restart
Restart

10 Sebab Komputer Suka Restart Sendiri Dan Cara Mengatasinya

Bingung kenapa akhir-akhir ini tiba-tiba komputer suka me-restart sendiri? Mungkin artikel ini bisa membantu.

Mari kita menganalisa 10 sebab komputer suka restart sendiri dan bagaimana cara mengatasinya?

1. Prosesor Kepanasan

Processor
Processor

Prosesor adalah komponen komputer yang merupakan sebagai otak yang menjalankan proses dan pengendali kerja komputer dengan bekerjasama perangkat komputer lainnya, satuan kecepatan dalam Prosesor adalah Mhz (Mega Heartz) atau Ghz (Giga Heartz) dengan semakin besar kecepatan suatu Prosesor maka akan semakin cepat kinerja komputer.

Sama seperti otak, ketika komputer dipaksa bekerja keras seperti misalnya membuka aplikasi berat atau membuka banyak aplikasi secara bersamaan, maka prosesor akan bekerja ekstra keras. Akibatnya temperatur prosesor akan menjadi tinggi/panas. Sementara di dalam prosesor ini terdapat sistem untuk menyelamatkan prosesor itu sendiri ketika dalam kondisi temperatur tertentu dengan melakukan restarting dengan tujuan melakukan pendinginan sejenak. Lalu bagaimana cara mengatasinya?

  • Pertama, untuk mengecek temperatur prosesor bisa dilakukan dengan melakukan pengecekan melalui BIOS, atau menggunakan program untuk mengecek temperatur dari komputer seperti CPUID.
  • Lalu coba cek bagian fan/kipas prosesor; jika perputarannya pelan maka temperatur prosesor akan mudah panas dan otomatis komputer restart. Anda bisa menyemprotkan cairan anti karat dibagian dinamo kipas untuk memperlancar putaran kipas. Namun jika kipas tetap tidak maksimal perputarannya, mungkin sudah saatnya Anda memikirkan untuk mengganti kipas prosesor tersebut dengan yang baru.
  • Perlu dilihat pula apakah pada sirip-sirip pendingin prosesor tersebut itu banyak debu? Debu yang menempel pada pendingin prosesor akan mengakibatkan temperaturnya mudah panas. Bersihkan dengan cara menyemprotnya dengan blower.
  • Selain kipas, pasta prosesor juga memiliki peran penting dalam menjaga suhu prosesor. Jika pasta mulai mengering maka fungsi pendingnyanya akan berkurang, gantilah dengan pasta thermal yang baru.
  • Sirkulasi udara pada casing PC dan suhu ruangan juga sangat berpengaruh pada suhu di dalam PC. Lakukan sistem sirkulasi yang baik pada casing PC dan tempatkan komputer pada ruangan ber-AC agar membantu menjaga suhu prosesor tidak cepat panas.

2. Power Supply Turun Daya

Power Supply
Power Supply

Untuk dapat menjalankan fungsinya dengan baik, komputer membutuhkan asupan tenaga listrik yang cukup. Semakin banyak kerjanya dan semakin berat aplikasi yang dijalankan, komputer membutuhkan listrik yang semakin besar. Oleh karenanya penggunaan power supply unitĀ (PSU) sangat penting bagi kinerja komputer.

Jika komputer Anda sudah sering melakukan restart sendiri, ada baiknya mulai memeriksa kondisi power supply yang Anda gunakan. Power supply yang sudah tidak sehat akan kesulitan menyalurkan tenaga listrik yang cukup ke komputer. Jika komputer kekurangan asupan listrik sementara beban kerjanya tinggi, maka hal ini dapat menyebabkan komputer restart.

Gantilah power supply dengan yang baru, dan pastikan PSU tersebut mampu menyalurkan daya yang cukup yang dibutuhkan oleh komputer Anda.

3. VGA Rusak

VGA Card
VGA Card

VGA card adalah sebuah perangkat keras yang melakukan rendering atau pemrosesan output berupa visual yang ditampilkan pada layar monitor. VGA singkatan dari Video Graphic Accelerator, sesuai dengan fungsinya diatas. VGA card berhubungan langsung dengan tampilan di layar monitor.

Jika Anda perhatikan, kebanyakan VGA card memiliki kipas di atasnya. Hal ini bukan tanpa alasan, seperti prosesor, fungsi kipas ini adalah untuk melakukan pendinginan suhu pada VGA card.

Dinamo kipas yang sudah mulai berkarat atau banyaknya debu pada VGA card dapat membuat temperatur suhu VGA menjadi tinggi dan hal ini juga dapat menyebabkan komputer restart. Berikan pelumas dinamo dan bersihkan debu-debu di sekitar kipas VGA agar fungsi pendingin bisa lebih maksimal kembali. Namun jika cara ini tetap tidak berhasil, mungkin VGA card Anda sudah rusak dan perlu dilakukan penggantian.

4. Harddisk Rusak

Jika me-restart nya komputer Anda dikarenakan oleh faktor harddisk, maka kemungkinan telah terjadi bad sector pada harddisk Anda, yang menyebabkan komputer tidak maksimal dalam pembacaan data.

Cara pengecekan pertama adalah dengan melakukan checkdisk dan repair menggunakan software seperti HD Tune atau lakukan defragment (klik disini untuk tutorialnya) pada harddisk.

Jika tidak terdapat perubahan, sebaiknya coba ganti harddisk Anda.

5. Ram Rusak

RAM
RAM

RAM adalah singkatan dari Random Access Memory. Fungsi RAM secara sederhana adalah sebagai media simpan sementara yang digunakan hanya saat komputer menyala.

Jika RAM rusak, maka komputer tidak bisa menjalankan fungsinya dengan maksimal dalam melakukan proses pada sebuah aplikasi sehingga akan melakukan restart. Atau malah, dalam kondisi lebih parah, komputer tidak akan menyala sama sekali.

Coba bersihkan kaki-kaki RAM yang berwarna kuning emas dengan setip atau penghapus pensil sampai hilang noda-noda hitamnya.

 

6. Kabel Harddisk Tidak Stabil

Harddisk
Harddisk

Jika di atas kita sudah menganalisa kemungkinan dari sisi harddisk dan sudah dipastikan tidak ada masalah dengan harddisk tersebut, maka selanjutnya kita patut mencurigai dari sisi kabel harddisk-nya.

Kenapa?

Karena ketika kabel data rusak atau kurang tercolok dengan baik, misalnya, maka proses penyampaian data akan terhambat. Hal ini bisa menyebabkan komputer restart.

Untuk memperbaiki dari sisi ini, pastikan Anda sudah mencolok kabel-kabel pada harddisk dengan benar. Tidak ada yang kendur, dan tidak salah posisi. Cek juga fisik harddisk tersebut, jika ada yang kendur atau terbakar, segera ganti demi keamanan.

7. Lonjakan Listrik Tiba-Tiba atau Tidak Stabil

Gunakan stavolt atau stabilizer untuk mengatasi masalah ini.

8. Error BSOD (Blue Screen of Death)

Jika terjadi error pada komputer yang menampilkan layar berwarna biru, itu adalah BSOD (Blue Screen of Death). Cara mengatasinya dengan melakukan repair pada sistem operasi yang Anda gunakan, atau lakukan instalasi ulang sistem operasinya.

9. Terjadi Bentrok antara Hardware dengan Software

Masalah lain yang biasa terjadi dalam kasus ini adalah terjadinya ketidakcocokan antara software (biasanya driver) dengan tipe hardware yang digunakan. Pastikan Anda menginstall driver melalui CD/DVD bawaan dari hardware Anda. Atau jika terpaksa mendownload, download lah dari situs resmi vendor yang mengeluarkan hardware tersebut. Cek kembali tipe, dan versi driver agar cocok dengan hardware yang Anda gunakan.

10. Hardware atau Software yang Rusak?

Ketika Anda menyalakan komputer, segera tekan tombol F2 atau DEL pada keyboard (tergantung merk & tipe motherboard). Hal ini untuk memasuki bios. Nah, ketika masuk bios itu dan tiba-tiba komputer anda me-restart, kemunkinan besar yang rusak adalah dibagian hardware, tetapi jika tetap nyala dan masuk ke Windows dengan normal baru kemudian komputer restart, kemungkinan yang rusak adalah softwarenya.

Demikianlah 10 analisa penyebab komputer sering restart dan cara mengatasinya. Semoga membantu dan jika ada kesulitan jangan sungkan untuk menuliskannya di kolom komentar ya! šŸ˜‰

About RAYANET

Follow me, Like, Subscribe and Share.

Check Also

Printer Infus

10 Tips Cara Merawat Printer Infus Agar Tahan Lama

Pada tulisan sebelumnya saya sudah membahas tentang Kelebihan dan Kekurangan dari Printer (modifikasi) Infus. Meski …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *