Minggu , Agustus 19 2018
Home / Teknisi Warnet / Electrical / Kenapa sih Listrik Prabayar (Token) Lebih Boros?
Pemilik Rumah Mengisi Token Listrik
Pemilik Rumah Mengisi Token Listrik

Kenapa sih Listrik Prabayar (Token) Lebih Boros?

Seringkali yang dikeluhkan oleh para pemilik rumah setelah melakukan migrasi dari listrik pascabayar ke listrik prabayar (token), adalah biaya bulanannya yang tiba-tiba membengkak atau meterannya tidak kuat lagi untuk menampung beban seluruh alat elektronik dirumahnya (sering njegleg). Kenapa bisa begitu?

Adakah Perbedaan Harga Listrik Token & Pascabayar?

Dari segi harga listrik per-kWh sebenarnya tidak ada perbedaan antara yang menggunakan meteran listrik prabayar & listrik pascabayar. Contohnya, pelanggan listrik prabayar golongan R-1 900 VA tarif listriknya Rp 1.325/kWh (kilo Watt Hour), sedangkan pelanggan listrik pasca bayar golongan R-1 900 VA tarifnya juga sama Rp 1.325/kWh. Jadi asumsi harga token listrik prabayar lebih mahal dari listrik pascabayar itu tidak benar.

Cek dan Bandingkan Konsumsi Daya Listrik Alat Elektronik Anda

Anda bisa melakukan pengecekan konsumsi daya listrik setiap alat elektronik dengan alat yang dinamakan Watt Meter. Silahkan lakukan penghitungan total daya seluruh alat elektronik Anda, apakah sesuai atau tidak dengan biaya yang Anda keluarkan? Juga lakukan pengecekan apakah setelah melakukan migrasi ke meteran listrik prabayar ada alat elektronik yang bertambah? Jika ada, berarti wajar jika biaya yang harus Anda keluarkan lebih besar.

Kenapa Listrik Saya Lebih Boros daripada Listrik Tetangga?

Misalkan Anda dan tetangga sama-sama menggunakan daya listrik R1-900va, tinggal bandingkan saja alat elektronik yang Anda dan tetangga gunakan. Semakin banyak alat elektroniknya, tentu akan semakin boros. Merk dan jenis alat elektroniknya juga berpengaruh lho.. Misalkan Anda masih menggunakan lampu bohlam 10 watt dibandingkan tetangga yang sudah menggunakan lampu LED, tentu akan berbeda.

Kesalahan Petugas Pencatat Meteran Listrik

Pada meteran listrik manual, pencatatan daya yang digunakan masyarakat dilakukan pencatatan secara manual oleh petugas listrik. Pencatatan daya ini lah yang dijadikan dasar penghitungan biaya yang harus dibayarkan pelanggan listrik PLN. Yang jadi masalah, seberapa valid metode penghitungan manual dibandingkan dengan metode penghitungan yang terkomputerisasi? Tentu sangat rentan terjadinya human error. Maka tidak heran, bila terjadi perbedaan perhitungan antara yang dilakukan secara manual (pascabayar) dengan yang otomatis (prabayar/token).

Meteran Listriknya Ngaco

Jika Anda sudah melakukan penghitungan dengan menggunakan alat watt meter dan ternyata tidak sesuai dengan apa yang tertera di meteran Anda, sebaiknya segera laporkan kepada petugas. Bisa jadi yang menyebabkan biaya listrik prabayar Anda membengkak adalah karena meterannya memang rusak.

Demikian tulisan ini saya buat untuk coba menjawab pertanyaan Kenapa sih Listrik Prabayar (Token) Lebih Boros?. Semoga bermanfaat. Jika ada kesalahan, mohon lakukan koreksi pada kolom komentar di bawah ini. Terima kasih.

About RAYANET

Follow me, Like, Subscribe and Share.

Check Also

Digital Timer Listrik Merk "Kaiser"

Tutorial Cara Reset dan Setting Digital Timer Listrik Merk “KAISER”

Digital Timer Listrik berfungsi untuk menyalakan atau mematikan otomatis aliran listrik dari stop kontak ke …

5 comments

  1. Kalau yang saya rasakan memang lebih boros, tapi bukan karena tagihan listrik, namun karena kita harus menyetok token, dan harus melebihkan dari penggunaan per bulan biasanya.

    Misal nih penggunaan listrik per bulan 340-400rb, saya harus menyetok token sebesar 450-500rb, karena takut mati saat subuh dimana online banking di bank saya mati saat subuh.

    Dan saya tidak dapat beli nominal yang pas dengan penggunaan kan? misal 343.000, kalau pasca bayar kan bisa bayar tepat nominal segitu, kalau token saya harus menaruh 400rb.

    Menurut saya, ya jelas lebih boros bukan tagihannya namun karena sistem pembayarannya. Enaknya sih menurut saya kalau PLN mau go online dan mengurangi petugas pencatat meteran, tidak apa menggunakan sistem token tapi berikan opsi sistem pembayaran autodebet seperti sistem yang lama, kan meteran token bisa online dan data otomatis terekam kan, jadi pasti memungkinkan untuk di buat sistem pembayaran autodebet.

  2. Dan saya lupa bilang, token kadang error, entah ini tidak disengaja atau ada oknumnya, terkadang masukin 100.000 cuma dapat 80.000, yang lebih banyak error itu voucher 20rb, itu bisa cuma dapat 15rb, jadi rugi banget.

    Perbulan sebelumnya saya hanya 200rb, sekarang jadi bisa 2x lipat, jumlah pemakaian sama, dan semua peralatan elektronik di rumah saya energy saving, udah modern.

    Oiya jarak kantor PLN ke rumah saya dekat banget cuma beberapa ratus meter, jadi waktu pasca bayar petugas rajin setiap bulan ngecek meteran, jadi saya yakin tagihan saya itu benar, bukan karena petugas malas mantau lalu asal nembak meteran jadi murah gitu.

  3. Sharing yang menarik mas Rio… 🙂

  4. Klo kt pasang daya 900va emang kapasitasny tidak sampai 900va ya…knp tdk dapat memenuhi keperluan yg sampai 900va..gk sanggup

    • Seharusnya sanggup. Cuma mungkin saja ada sambungan kabel yang tidak efisien sehingga membuat kebocoran. Atau alat-alat sudah tua, dll. Semua faktor diatas bisa buat kebocoran yang berakibat daya yang kita miliki tidak sanggup lagi menampung beban dari yang semestinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.