Minggu , September 23 2018
Home / Tugas Sekolah / Bahasa Indonesia / Puisi Krawang-Bekasi Karya Chairil Anwar
Chairil Anwar
Chairil Anwar

Puisi Krawang-Bekasi Karya Chairil Anwar

KRAWANG-BEKASI
Karya : Chairil Anwar

 

Kami yang kini terbaring  antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka’’dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mengdegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu

Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata

Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kami

Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu

Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi

 

Dikutip : (194 Brawidjaja, Jilid 7, No 16,1957)

 

:

Nama               : Rizki Akbar M.
Kelas                : VII-A
Mata Pelajara : Bahasa Indonesia

About RAYANET

Follow me, Like, Subscribe and Share.

Check Also

Legenda Batu Menangis

Cerita Rakyat: Legenda Batu Menangis (Dalam Bahasa Inggris Beserta Artinya)

THE LEGEND OF CRYING ROCKS   In a village, there lived a mother and her …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.