Home / Tugas Sekolah / Bahasa Indonesia / Kumpulan Cerita Pendek / Cerpen
Kumpulan Dongeng Anak-anak
Kumpulan Dongeng Anak-anak

Kumpulan Cerita Pendek / Cerpen

BABI HUTAN DAN RUBAH

 Seekor babi hutan sedang sibuk mengasah taringnya pada sebuah batang pohon. Bertepatan dengan saat itu, secara kebetulan lewatlah seekor rubah. Rubah yang suka mengolok-olok teman-teman dan tetangganya, langsung mengoloknya dengan berpura-pura melihat kesana-kemari, seolah-olah takut pada musuh yang tidak terlihat. Tetapi sang Babi Hutan tidak memperdulikan tingkah sang Rubah dan tetap melanjutkan pekerjaannya.

“Mengapa engkau melakukan hal tersebut?” kata sang Rubah dengan senyum mengejek. “Saya tidak melihat ada musuh dan bahaya di sini. Lalu kenapa kamu repot-repot mengasah taringmu itu wahai Babi Hutan?” Namun Babi Hutan tetap terdiam sambil terus mengasah taringnya pada batang pohon tersebut, sambil sesekali tersenyum ke arah Rubah. Lalu Babi Hutan mendekati si Rubah.

“Kamu benar, memang sekarang tidak ada musuh dan bahaya yang mengancam,” jawab sang Babi Hutan, “tetapi ketika musuh benar-benar datang, saya tidak akan sempat mengasah taring saya lagi seperti sekarang. Saat musuh dan bahaya datang ke sini nantinya, setidak-tidaknya saya telah memiliki senjata untuk menghadapinya.” Rubah pun paham akan maksud Babi Hutan dan sambil merenung atas ketidak tahuannya, meninggalkan Babi Hutan.

ANJING DI DALAM KANDANG KERBAU

 Seekor anjing yang tidur pulas di sebuah kandang sapi yang penuh dengan tumpukan jerami, dibangunkan oleh kerbau-kerbau yang kelelahan dan kelaparan sehabis bekerja di ladang. Tetapi sang Anjing tidak membiarkan kerbau-kerbau tersebut mendekati kandang. Anjing tersebut menggeram-geram dan mengancam menggigit seolah-olah kandang tersebut penuh dengan daging dan tulang yang semuanya adalah untuk dirinya sendiri.

Kerbau-kerbau tersebut menatap sang Anjing dengan tatapan jengkel. “Huh, betapa egoisnya dia!” kata salah satu kerbau kepada kawan-kawan kerbaunya yang lain. “Dia tidak makan jerami tetapi dia tidak membiarkan kita yang sudah sangat kelaparan untuk memakan jerami tersebut!” timpal seekor kerbau yang lainnya. “Iya benar, coba dia sedang kelaparan seperti kita, tentu tidak enak kan rasanya.” kata kerbau yang lain pula.

Sejurus kemudian, seorang petani datang. Dia terheran ketika melihat kerbau-kerbaunya berkumpul sambil bersikap resah. Namun ketika dia melihat ada seekor Anjing dan dilihatnya bagaimana tingkah laku sang Anjing tersebut, sang Petani lalu mengambil sebuah kayu dan mengusir sang Anjing sambil memukulnya karena tingkah lakunya yang egois dan mementingkan diri sendiri.

 BANGAU DAN RUBAH MAKAN BERSAMA

Suatu hari seekor rubah memikirkan rencana untuk mempermainkan temannya – seekor burung bangau yang penampilannya selalu membuat sang Rubah tertawa. “Kamu harus datang dan menikmati makan siang bersamaku hari ini,” kata sang Rubah kepada sang Bangau, sambil tersenyum-senyum karena memikirkan gurauan yang akan diperbuat olehnya. Sang Bangau dengan senang menerima undangan dari sang Rubah dan datang pada siang hari itu.

Untuk makan siang, sang Rubah menyiapkan sup yang disajikan pada piring yang sangat ceper dan hampir datar, sehingga sang Bangau tidak bisa menikmati sup tersebut, hanya ujung paruhnya saja yang bisa menyentuh air sup. Tak setetes sup yang bisa di minumnya, sedangkan sang Rubah menjilati sup tersebut dengan gampangnya sambil tertawa-tawa hingga sang Bangau menjadi sangat kecewa karena telah dipermainkan.

Sang Bangau yang lapar dan merasa tidak senang, tetap berusaha untuk tenang. Lalu kemudian sang Bangau balas mengundang sang Rubah untuk makan siang keesokan hari di rumahnya. Keesokan hari, tepat pada saat makan siang, sang Rubah tiba di rumah sang Bangau yang menyediakan ikan yang sangat lezat sebagai menunya, tetapi ikan tersebut di sajikan dalam sebuah guci tinggi yang mempunyai mulut guci yang sempit. Sang Bangau dengan gampang memakan ikan tersebut dengan paruhnya yang panjang sedangkan sang Rubah hanya bisa menjilati pinggiran guci sambil mencium lezatnya makanan yang tersaji. Saat sang Rubah menjadi marah, dengan tenangnya sang Bangau berkata: “Jangan mempermainkan orang karena kamu sendiri pasti tidak suka untuk dipermainkan.”

BERUANG DAN LEBAH

 Seekor beruang menjelajahi hutan lebat belantara sendirian untuk mencari buah-buahan, kemudian ia menemukan pohon tumbang, di mana pada pohon tersebut terdapat sarang tempat lebah-lebah menyimpan madu. Beruang itu mulai mengendus-endus dengan hidungnya dan berhati-hati di sekitar pohon tumbang tersebut untuk mencari tahu apakah lebah-lebah sedang berada dalam sarang tersebut.

Tepat pada saat itu, sekumpulan kecil lebah pekerja terbang pulang dengan membawa banyak madu dari bunga-bunga di sekitar hutan tersebut. Lebah-lebah pekerja yang pulang tersebut, tahu akan maksud sang Beruang dan mulai terbang mendekati sang Beruang. Dengan marah, Lebah-lebah tersebut menyengat sang Beruang dengan senjatanya tajam lalu lari bersembunyi ke dalam lubang batang pohon.

Beruang tersebut menjadi sangat marah dan seketika itu juga, loncat ke atas batang yang tumbang tersebut dan dengan cakarnya menghancurkan sarang lebah. Tetapi hal ini malah membuat seluruh kawanan lebah yg berada dalam sarang, keluar dan menyerang sang Beruang. Beruang yang sial itu akhirnya lari terbirit-birit dan hanya dapat menyelamatkan dirinya dengan cara menyelam ke dalam air sungai.

 DUA EKOR KAMBING YANG SOMBONG

 Dua ekor kambing berjalan dengan gagahnya dari arah yang berlawanan di sebuah pegunungan yang curam, saat itu secara kebetulan mereka secara bersamaan masing-masing tiba di tepi jurang yang dibawahnya mengalir air sungai yang sangat deras. Sebuah pohon yang jatuh, telah dijadikan jembatan untuk menyebrangi jurang tersebut. Pohon yang dijadikan jembatan tersebut sangatlah kecil sehingga tidak dapat dilalui secara bersamaan oleh dua ekor kambing.

Jembatan yang sangat kecil itu akan membuat orang yang paling berani pun akan menjadi ketakutan. Akan tetapi kedua kambing tersebut sama sekali tidak merasa ketakutan. Rasa sombong telah membuat mereka tidak ingin saling mengalah, mereka tidak ingin memberikan jalan terlebih dahulu kepada kambing lainnya, namun justru saling berebut untuk dapat menyeberangi jembatan terlebih dahulu.

Saat salah satu kambing menapakkan kakinya ke jembatan itu, kambing yang lainnya pun tidak mau mengalah dan juga menapakkan kakinya ke jembatan tersebut. Akhirnya keduanya bertemu di tengah-tengah jembatan. Keduanya masih tidak mau mengalah dan malahan saling mendorong dengan tanduk mereka sehingga kedua kambing tersebut akhirnya jatuh ke dalam jurang dan tersapu oleh aliran air yang sangat deras di bawahnya.

Nama                 : Damar Jati
Kelas                  : VIII-B
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

About RAYANET

Follow me, Like, Subscribe and Share.

Check Also

Ilustrasi Pahlawanku

Puisi Untuk Pahlawanku

demi negeri kau korbankan waktumu demi bangsa rela kau taruhkan nyawamu maut menghadang didepan kau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *